Tampilkan postingan dengan label sistem informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem informasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2013

Prototipe


  • Pretest Prototipe
Sebutkan apa saja keuntungan membangun sistem menggunakan metode prototipe dan langkah-langkah dalam pembuatan Sistem Informasi menggunakan metode tersebut.

Jawab :
Keuntungan dari prototipe

·   Menghasilkan syarat yang lebih baik dari produksi yang dihasilkan oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.

·   User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe.

·  Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya, karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik.

·  User merasa puas. Pertama, user dapat mengenal melalui komputer. Dengan melakukan prototipe (dengan analisis yang sudah ada), user belajar mengenai komputer dan aplikasi yang akan dibuatkan untuknya. Kedua, user terlibat langsung dari awal dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung.

Langkah-langkah pembuatan prototipe :

Langkah Pertama    
Permintaan bermula dari kebutuhan user.

Langkah Kedua       
Bangunlah sistem prototipe untuk menemukan kebutuhan awal yang diminta.

Langkah Ketiga       
Biarkan user menggunakan prototipe. Analis harus memberikan pelatihan, membantu dan duduk bersama-sama dengan user, khususnya untuk pertama kali. Anjurkan perubahan. User harus melihat fungsi-fungsi dan sifat dari prototipe, lihat bagaimana ia memecahkan masalah bisnis dan mengusulkan perbaikan.

Langkah Keempat   
Implementasikan saran-saran perubahan.

Langkah Kelima      
Ulangi langkah ketiga sampai user merasa puas.

Langkah Keenam    
Merancang dan membangun suatu sistem akhir seperti sebelumnya.



  • Postest Prototipe
Apakah peran dan tanggung jawab Project Manager dan Project Leader secara umum dan secara khusus pada 7 fase Pengelolaan Proyek Sistem Informasi.

Jawab :
Secara Umum :

  • Project Manager adalah berhubungan langsung dengan tim proyek untuk pihak luar. Mereka bertanggung jawab untuk memberikan laporan mengenai rencana dan program yang ada kepada user, manajer tingkat atas dan kepada siapa saja yang memerlukan.
  • Project Leader adalah untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dimana mengingat PM berorientasi kepada pihak luar sedangkan pimpinan proyek berorientasi kedalam proyek.


Secara Khusus :

  • Project Manager
  1. Definition - PM adalah orang yang mengatur diambil atau tidaknya suatu keputusan.
  2. Analisis - PM harus membuat beberapa bagian mengenai spesifikasi fungsional.
  3. Desain - PM menyusun pertemuan secara rutin dan menerbitkan sebuah laporan harian.
  4. Pemrograman - seorang Manager harus dapat memonitor semua yang terjadi dalam tim dan merespon segala masalah yang ada.
  5. Sistem Integerasi dan Tes - PM harus bisa menjaga keutuhan perusahaan.
  6. Acceptance - PM menjadualkan waktu, fasilitas dan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem dan memastikan user menanda tangani perjanjian.
  7. Operation - PM harus memastikan bahwa dukungan teknik yang ditampilkan sebelumnya tersedia dan user puas dengan sistem operasional.



  • Project Leader
  1. Definition - Seorang pimpinan proyek akan melakukan sebagian besar kegiatan dari rencana persiapan proyek, seperti level bawah dari WBS dan melakukan perkiraan.
  2. Analisis - Pimpinan proyek merupakan koordinator untuk menganalisa dan menulis semua bagian teknis dari perincian fungsional, seperti perincian umum, obyektivitas, persyaratan sistem dan gambaran rincian komponen.
  3. Design - Pimpinan proyek adalah kepala dari suatu tim desain.
  4. Pemrograman - Pimpinan proyek akan membuat semua tugas pemrograman dan memecahkan banyak masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh programmer.
  5. Sistem Tes - Ia merencanakan penggabungan, pengontrolan, menjaga hasilnya dan tetap mempertahankan informasi yang ada kepada PM, diharapkan sesering mungkin.
  6. Acceptance - Seorang pimpinan proyek akan menjalankan aspek kegiatan teknis dari penerimaan.
  7. Operation - Seorang pimpinan proyek mungkin memberikan suatu garansi atau menyediakan orang yang akan bertanggung jawab setiap pertanyaan yang dilakukan di telepon atau bahkan melakukan kegiatan latihan untuk user.



Rabu, 26 Juni 2013

Model Basis Data Terintegrasi

Model basis data terintegrasi dideskripsikan sebagai pendekatan sistem pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Implementasinya pada saat ini adalah bentuk dari topologi vektor dan tabel-tabel relasional yang menyimpan data-data koordinat peta, bersama dengan tabel lain yang berisi informasi topologi. Data atribut disimpan dalam tabel-tabel yang sama sebagai basis data map feature atau disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah dan dapat diakses melalui operasi relasional “JOIN”.

Aspek lain di dalam penanganan basis data spasial yang bervolume besar adalah kebutuhan mengenai konversi informasi koordinat dua dimensi menjadi kunci-kunci spasial satu dimensi yang dapat disimpan sebagai kolom-kolom (fields) tael basis data (sebagai contoh sejumlah nilai koordinat pada tabel garis dapat dijadikan sebagai satu string panjang di dalam satu kolom (field) koordinat. Kemudian kunci-kunci ini dapat diindekskan untuk mempercepat pemanggilan elemen-elemen peta yang bersangkutan.

Model Basis Data Hybrid

Model basis data menyatakan hubungan antara rekaman yang tersimpan dalam basis data. Literatur yang menggunakan istilah struktur data logis, antara lain :

  1. hirarki
  2. jaringan
  3. relasional
model yang lebih baru dikembangkan oleh sejumlah periset, yang dapat disebut sebagai system pasca relasional, sedangkan yang lain benar-benar menggunakan pendekatan yang sama sekali berbeda.
Perbedaan penekanan para perancang sistem SIG pada pendekatan basis data untuk penyimpanan koordinat-koordinat peta dijital telah memicu pengembangan dua pendekatan yang berbeda dalam mengimplementasikan basis data relasional di dalam SIG. Pengimplementasian basis data relasional ini didasarkan pada model data hybrid atau terintegrasi.
Langkah awal pada pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (spasial) di satu sisi, tetapi di dsisi yang lain, tidak optimal untuk informasi atribut (tematik). Berdasarkan hal ini, data kartografi digital disimpan di dalam sekumpulan files sistem operasi direct access untuk meningkatkan kecepatan input-output, sementara data atributnya disimpan did alam DBMS relasioanl lomersial yang standar.
Maka perangkat lunak SIG bertugas mengelola hubungan (linkage) anatar files kartografi (lokasi) dan DBMS (data atribut) selama operas-operasi pemrosesan peta yang berbeda (misalnya overlay) berlangsung. Sementara digunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk penyimpanan data kartografi, mekanisme untuk menghubungkan dengan basis datanya tetap sama secara esensial, berdasarkan nomor pengenal (ID) yang unik yang disimpan di dalam sebuah tabel atribut basis data yang memungkinkannya tetap terkait dengan elemen-elemen peta yang bersangkutan.

RDMS Dalam GIS

GIS (Geographic Information System) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial atau bersifat keruangan. Pengertian secara umum adalah suatu sistem komputer yang mempunyai kemampuan membuat, menyimpan, mengelola serta menampilkan informasi secara geografis.

RDMS adalah suatu DBMS yang berdasarkan atas relasi model yang ada. Berarti,  tiap DBMS saling berhubungan satu sama lain untuk melaksanakan suatu tugas atau menyelesaikan suatu tugas yang pengguna minta. Dalam hal ini, GIS adalah suatu sistem informasi yang mengelola data yang memiliki informasi bersifat keruangan, hubungannya suatu GIS mempunyai relasi antar struktur DBMSnya untuk menyelesaikan query yang dijalankan. Karena yang kita tahu, suatu query dari GIS tidak hanya satu dua elemen saja, namun ada banyak sekali. Kompleksitas inilah yang membuat GIS menggunakan model relasi antar database manajemen guna memudahkan task yang sedang berjalan. 

Jumat, 21 Juni 2013

Rencana Tes Penerimaan II

- Pre Test -
Menurut Anda seberapa penting dilakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat?

Jawab :

Menurut saya begitu penting untuk dilakukannya tes penerimaan terhadap sistem yang di buat, karena dengan dilakukannya tes penerimaan tersebut maka sistem yang di kembangkan ini mampu kita lihat seperti apa hasilnya apakah sesuai dengan apa yang user inginkan atau justru masih ada kekurangan dari sistem yang di buat.

- Post Test -

Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan 'Rencana Penerimaan'? Sebut dan jelaskan.

Jawab :

- PENERIMAAN YANG LENGKAP SEDIKIT DEMI SEDIKIT
Dengan menemukan serangkaian tes yang mendemonstrasikan semua fungsi yang di janjikan, penerimaan ini akan dilakukan secara resmi melalui seluruh tes kepada pelanggan.

- MEMASTIKAN BAHWA SEMUA YANG DIJANJIKAN AKAN DIUJI
Untuk memastikan semua yang dijanjikan akan dites langsung melalui Spesifikasi Fungsi halaman demi halaman, paragraf demi paragraf, dan buat daftar semua fungsi yang dapat dites.

- MENGGUNAKAN DESIGN
- MENULIS PERCOBAAN
- DAFTAR RENCANA TES PENERIMAAN
- KESIMPULAN UNTUK RENCANA TES PENERIMAAN
- KESIMPULAN UNTUK TAHAP DESAIN

Kamis, 20 Juni 2013

Estimasi

Estimasi adalah suatu metode dimana kita dapat memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai dari sampel. Estimator adalah nilai pendugaan/suatu data statistik, sebagai sampel yang digunakan untuk mengisi suatu parameter.

Estimator merupakan statistik yang digunakan untuk mengestimasi sebuah parameter meliputi beberapa kriteria ini :

  • estimator tak bias
  • estimator konsisten
  • estimator terbaik

Estimate merupakan nilai (value) tertentu dari estimator. Jenis-jenis estimate, yaitu :

  1. Estimasi Titik - Nilai yang berfungsi untuk suatu pendugaan dari parameter populasi.
  2. Estimasi Interval - Interval yang menyatakan keberadaan dari suatu parameter populasi. 


Berikut ini adalah sebuah contoh perhitungan keuntungan berdasarkan asumsi harga jual ke konsumen yang selama ini sudah berlaku di masyarakat di beberapa wilayah  :

Misalkan anda pesan boneka kepada kami 80 pcs boneka yang terdiri dari :

Teddy bear super jumbo @ 30 pcs x Rp.115.000   = Rp. 3.450.000
Minie mouse                   @ 20 pcs x Rp. 95.000    = Rp. 1.900.000
Doraemon                       @ 15 pcs x Rp. 95.000    = Rp. 1.425.000
Kelinci Jumbo                 @15 pcs x  Rp. 75.000   = Rp. 1.125.000   +
                                                       Sub Total                 Rp.7.900.000
     Ongkos  Kirim  (asumsi)                                           Rp.   500.000   +
                                                            Total Modal       Rp.8.400.000


    Perkiraan / asumsi keuntungan yang di peroleh berdasar harga jual ke konsumen yang sudah umum di masyarakat :
    **  Catatan harga di luar pulau jawa biasanya lebih tinggi  **

    Teddy bear super jumbo @ 30 pcs x Rp.180.000    = Rp. 5.400.000
    Minie mouse                   @ 20 pcs x Rp.150.000    = Rp. 3.000.000
    Doraemon                       @ 15 pcs x Rp.150.000    = Rp. 2.250.000
    Kelinci Jumbo                 @15 pcs x  Rp.130.000    = Rp. 1.950.000  + 
                                             Total Hasil Penjualan         Rp.12.600.000

      Jadi keuntungan yang dapat anda peroleh dari asumsi perhitungan di atas yaitu  :

      Total Hasil Penjualan  -   Total Modal  = Laba / keuntungan

          (  Rp. 12.600.000  -    Rp.8.400.000    =  Rp. 4.200.000  ) 


      Sumber : 

      Selasa, 30 April 2013

      Rencana Tes Penerimaan

      Pre Test

      Menurut Anda seberapa penting dilakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat? Jelaskan jawaban Anda.

      Jawaban Saya,
      Menurut saya penting dilakukan suatu tes penerimaan terhadap suatu sistem baru yang dibuat karena dengan dilakukannya tes terhadap sistem maka kita dapat mengetahuia apakah sistem yang kita kembangakan telah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh user, apakah sistem yang dibangun berjalan dengan semestinya dan sesuai dengan apa yang pengembang harapakan. Maka dengan begitu kita akan mendapatkan suatu bukti penerimaan dari user atas produk yang kita buat.

      Post Test

      Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan 'Rencana Penerimaan'? Sebut dan jelaskan.

      Jawaban Saya,
      Tujuan dari suatu penerimaan adalah untuk adanya suatu pengakuan baik tertulis maupun lisan dari user mengenai suatu produk yang dikirim telah sesuai dengan yang diinginkan oleh user dan dijanjikan oleh pengembang.

      Tahap-tahap yang terdapat dalam Rencana Tes Penerimaan :
      1. Periode percobaan atau Parallel Run
      Merupakan pendekatan yang paling umum dilakukan untuk penerimaan. Dengan menggunakan "Periode Percobaan" maka tim proyek akan lebih mudah memasang sistem baru untuk dicoba oleh user. "Parallel Run" berguna untuk menambahkan dimensi untuk peralihan dari sistem lama yang sudah berjalan dengan baik sebagai perbandingan dan cadangan.

      2. Penerimaan yang lengkap sedikit demi sedikit
      Manfaat pendekatan ini adalah :

      • Mampu mendemonstrasikan seluruh fungsi yang telah dijanjikan.
      • Semua tindakan yang menyebabkan suatu masalah selalu diketahui dengan tepat siapa yang mengetik ketika suatu masalah terjadi.
      • User tidak akan merasa takut tentang semuanya.


      3. Memastikan Bahwa Semua yang Dijanjikan Akan di Uji
      Untuk memastikan semua yang dijanjikan akan di tes secara langsung melalui spesifikasi dari fungsi halaman demi halaman, paragraf,  dan buat daftar menu fungsi yang dapat di tes.

      4. Menggunakan Design
      Dengan menggunakan design maka akan membantu dalam mengelompokkan tes ke dalam serangkaian tes dalam mendemonstrasikan fungsi.

      5. Menulis Percobaan
      Tahapan ini dilakukan pada saat anda merasa sudah siap untuk menentukan bagaimana anda akan melakukan pengujian item ketika suatu pengisian pada metode percobaan.

      6. Daftar Rencana Tes Penerimaan

      • Definisi percobaan dan kumpulan percobaan.
      • Tanggung jawab untuk menulis percobaan.
      • Klien dan Tim sama-sama mengetahui bahwa ATP akan ditinjau kembali, direvisi jika perlu dan di tanda tangani user.
      • Hasilkan fungsi VS Tabel Percobaan.
      • Tanggung jawab atas percobaan yang telah dikerjakan.

      7. Kesimpulan Untuk Rencana Tes Penerimaan
      Anjurkan user untuk menulis ATP jika dia mampu, hal ini bertujuan agar dia merasa mengawasi tim proyek yang membangun harus melalui percobaan.

      8. Kesimpulan Untuk Tahap Design

      • Dokumen spesifikasi design memuat design akhir dari tingkatan paling atas melalui design tingkatan menengah.
      • Tanggung jawab ATP disahkan dan dimulai.
      • Rencana suatu proyek. 

      Sabtu, 09 Maret 2013

      Project Sistem Informasi

      Selama perkuliahan proyek sistem informasi yang pernah saya buat :

      1. Membuat Calculator Scientific menggunakan bahasa pemrograman Pascal.
      2. Membuat program perulangan hari menggunakan bahasa pemrograman JAVA.
      3. Membuat larik menggunakan bahasa pemrograman JAVA.
      4. Membuat Perancangan Sistem Informasi penjualan barang elektronik berbasis web.
      5. Membuat aplikasi Kamus Kedokteran berbasis Android 4.0.3.
      Perencanaan untuk membuat suatu proyek :

      1. Membuat aplikasi pembuatan rekening.
      2. Membuat aplikasi mobile yang berguna bagi banyak orang.

      Sistem Informasi Geografis

      Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasikan menurut lokasinya, dalam sebuah database.
      Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute.


      • Harapan dari perkuliahan Sistem Informasi Geografis
      Harapan saya dalam perkuliahan Sistem Informasi Geografis ini ialah mampu memperdalam ilmu pengetahuan tentang geografis, bagaimana cara mengolah suatu data hingga menjadi informasi yang bermanfaat dan mampu memberikan pemahaman kepada banyak orang. Tidak hanya itu saja harapan saya dalam perkuliahan ini ialah supaya mampu membuat suatu tata ruang yang baik sehingga pemanfaatan suatu geografis yang bermanfaat tanpa merusak struktur goegrafis yang telah ada.
      • Usaha untuk mencapai target perkuliahan Sistem Informasi Geografis
      Untuk mencapai target dari perkuliahan ini saya akan berusaha keras dan belajar dengan giat tentunya agar ilmu yang saya pelajari akan bermanfaat dimasa mendatang.

      Kamis, 07 Maret 2013

      Sistem Informasi

      A. Pengertian

      Pengertian Sistem Informasi – Secara umum Sistem Informasi dapat definisikan sebagai suatu system dari suatu organisasi yang merupakan kombinasi  dari suatu teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.  Dalam arti yang sangat luas, istilah system informasi yang sering digunakan merujuka pada interaksi antar orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.
      Definisi Sistem Informasi – menurut Mc Loed informasi merupakan system yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
      Sistem Informasi adalah data yang dikumpulakan, dikelompokan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. (Tafri D. Muhyuzir, 2001, 8).

      Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu:
      1.      Mengumpulkan data
      2.      Mengelompokkan data
      3.      Menghitung
      4.      Menganalisa
      5.      Menyajikan laporan
      Sasaran sistem informasi adalah:
      ·         Meningkatkan penyelesaian tugas.
      Pemakai harus lebih produktif agar menghasilkan keluaran yang memiliki mutu yang tinggi.
      ·         Meningkatkan efektifitas secara keseluruhan.
      Sistem harus mudah dan sering digunakan.
      ·         Meningkatkan efektifitas ekonomi.
      Keuntungan yang diperoleh dari sistem harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

      Sistem informasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang terintegrasi secara optimal dan berbasis komputer yang dapat menghimpun dan menyajikan berbagai jenis data yang akurat untuk berbagai macam kebutuhan.


      B. Komponen Sistem Informasi
      • Sistem Informasi Manajemen


      System perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahakan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem Informasi manajemen dibedakan dengan system informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis system informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi.
      • Sistem Pendukung Keputusan

      Bagian dari system informasi berbasis computer (termasuk system berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
      • Sistem Informasi Eksekutif

      Satu jenis dari manajemen informasi system dimaksud untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap keduanya internal dan eksternal keterangan relevan untuk bertemu gol strategis dari organisasi.
      • Sistem Pemrosesan Transaksi

      Sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangakan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Sistem Pemrosesan Transaksi merupakan system tanpa batas yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan external dan pimpinan bisa melihat data yang diasilkan secara langsung.

      Sumber :